Tampilkan postingan dengan label menikah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menikah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Januari 2012

... KESETIAAN DAN KESABARAN SEORANG SUAMI ...

Bismillahir-Rahmanir-Rahim ... Cerita berikut ini saya ambilkan dari kisah seorang sahabat di Surabaya, tempat saya berdomisili saat ini. Sebuah contoh kesabaran dan kesetiaan seorang suami pada istrinya yang patut dijadikan teladan bagi kita semua.

Rumah kontrakan kecil di wilayah kecamatan Wonokromo Surabaya, yang berisi kamar tidur dan sebuah dapur mini menjadi saksi bisu keindahan hidup suami istri ini, Rofi dan Tini. Kesederhanaan telah menjadi gambaran keseharian mereka. Rofi lelaki asal Surabaya, berprofesi sebagai tenaga kontrak sebuah perusahaan kontraktor bangunan di kota asalnya, dan Tini, istrinya, adalah seorang wanita lugu asal kota Reog, Ponorogo, yang berprofesi sebagai penjual bakso di depan rumah kontrakan mereka.

Rofi adalah tipe lelaki kurus, pendiam dan bersahaja yang hampir setiap hari selalu menyempatkan diri untuk sholat berjamaah di mushola dekat rumahnya. Sedangkan Tini, wanita yang bertubuh agak gemuk, suka bercanda namun tetap bersahaja seperti halnya suaminya. Dalam kesehariannya, jarang sekali perselisihan ditemukan dalam rumah tangga mereka, sehingga para tetangga menganggap mereka sebagai pasangan yang harmonis.

Hampir sepuluh tahun sudah perjalanan rumah tangga Rofi dan Tini, tapi sayang belum seorang anak pun yang Allah amanahkan kepada mereka. Resah yang Tini rasakan, apalagi jika melihat suaminya sering menggendong anak kecil, entah anak saudaranya ataupun anak tetangganya. Sedih pula hati kecilnya ketika ia merasa belum bisa memberikan keturunan untuk suaminya dari rahimnya sendiri.

Tapi Tini bukanlah wanita yang lemah dan cengeng, walaupun kondisi fisiknya memburuk karena sakit dan berwajah tak secantik wanita pada umumnya, tapi ia adalah sosok wanita yang tegar dan ikhlas. Tegar tatkala ujian seperti ini datang melanda dirinya dan ikhlas tatkala mengizinkan suaminya untuk menikah lagi dengan wanita lain agar bisa mendapatkan keturunan dari darah dagingnya sendiri. Tapi dibalik tegar dan ikhlas yang coba ia tanamkan dalam benaknya, ada jerit tangis yang menyayat dalam jiwanya, jerit tangis seorang wanita. Selayaknya wanita lainnya, ia pun sebenarnya tak ingin dimadu dalam hidupnya. Tapi apa boleh buat, kenyataan membuatnya harus menerima keadaan ini.

Lain halnya dengan Rofi, Rofi tidaklah lelaki seperti kebanyakan. Sebagaimana istrinya, ia pun bukan lelaki lemah yang mudah tergoda bujuk rayu wanita lain meski telah mendapat izin dari istrinya untuk menikah. Ia adalah tipe laki-laki yang sabar dan setia. Namun sebagai laki-laki normal tentu besar pula keinginannya untuk memiliki anak dari darah dagingnya sendiri sebagai penghibur dirinya tatkala lelah menghampiri, tapi ia tepiskan keinginannya itu jauh-jauh demi menjaga perasaan istrinya.

Lama sudah rasa resah itu melanda hati Tini. Bertambahlah resah itu saat Rofi, lelaki yang dicintainya, mendapat tugas kerja untuk jangka waktu yang lama di kota Sorong, Papua. Sebuah kota yang jauh dari tempat tinggalnya sekarang, Surabaya. Apalagi untuk orang kecil sepertinya, sebuah tiket pesawat ke Papua tentu menjadi barang yang mahal untuk ia dapatkan.

Setahun berlalu sejak keberangkatan suaminya ke Sorong, tak jarang hati Tini merasakan kerinduan yang teramat sangat. Apalagi sejak pertama berangkat hingga kini, belum sekalipun suaminya pulang untuk menjenguknya. Hanya melalui telepon, suara Rofi yang gagah layaknya seorang laki-laki perkasa dari seberang sanalah yang sanggup meredam kerinduannya walau hanya sesaat. Itupun tidak setiap hari, hanya pada saat-saat tertentu saja suaminya menelpon dirinya.

Bila kemudian kerinduan itu datang lagi menerpa, kembali rasa resah dan gundah menghantui dirinya. Resah jika suaminya menikah lagi tanpa sepengetahuan dirinya. Dan gundah jika suaminya enggan kembali ke Jawa lantaran telah memiliki keluarga baru di sana dengan seorang istri yang cantik dan anak yang lucu. Tapi ia tetap berusaha tegar dan ikhlas dengan apapun yang terjadi. Hanya doa-doa manis penenang jiwalah yang bisa ia panjatkan sekedar untuk menenangkan hatinya yang gelisah itu.

Belakangan, sudah beberapa lama ini Rofi, suaminya, tak kunjung menelpon dirinya. Tapi ia tetap bersikap tenang. Diingatnya sejumlah dialog yang pernah terjadi diantara mereka sebelum Rofi berangkat ke Sorong, Papua. Dialog seorang istri yang sedih lantaran ditinggal ke luar kota oleh suaminya dalam waktu yang lama, dan dialog seorang istri yang dengan berat hati mengizinkan suaminya untuk menikah kembali dengan wanita lain. Tapi ada satu dialog yang selalu kan diingat dan dikenang olehnya, suatu jawaban bijak dari Rofi atas pertanyaan yang ditujukan kepadanya yang cukup membuat hati Tini menjadi tenang,

“Sayang, kamu adalah segalanya bagiku. Allah anugerahkan kamu untukku sebagai pelangi yang senantiasa mewarnai hidupku. Senyummu adalah semangat jiwaku dan tangismu adalah duka batinku.

Jikalau Allah berkehendak mengamanahkan seorang anak untuk kita, tentulah teramat mudah bagiNya. Tapi jika Allah belum menghendaki seorang anakpun untuk kita, mungkin ada rahasia Allah dibalik itu yang takkan mudah kita pahami karena keterbatasan ilmu kita, manusia. Bila waktunya tiba, anak akan hadir walaupun kita tidak menginginkannya hadir, dan sebaliknya, anak tak akan hadir walau sesusah apapun kita menginginkannya untuk hadir. Karena itu adalah hak prerogatif Allah sepenuhnya yang telah dicatat olehNya dalam Lauhul Mahfudz.

Allah tahu apa yang terbaik untuk kita sekarang. Anak adalah amanah, anak adalah titipan, dan anak adalah tanggung jawab. Mungkin Allah menganggap kita belum mampu dan belum siap untuk memikul amanah itu sehingga Allah menundanya untuk kita. Seandainya Allah kirimkan seorang anak saat ini, mungkin kamu akan terlalu sibuk mengurus anak kita sampai tak sempat lagi mengurus aku, suamimu, sehingga akupun menjadi terabaikan dan cemburu pada anak kita. Atau mungkin aku masih belum pantas menjadi seorang ayah karena Allah menganggap aku belum sanggup merawat anak kita lantaran berbagai keterbatasan yang kumiliki.

Sayang, mungkin Allah hendak menjadikan kita selayaknya Nabi Zakariyya yang dengan kesabarannya lalu dianugerahkan padanya seorang anak yang soleh padahal usianya sudah sangat renta. Atau mungkin Allah tak hendak menjadikan kita selayaknya Nabi Nuh yang diberikannya seorang anak namun kafir lagi mendurhakai Allah, Tuhannya, padahal ayahnya seorang nabi untuk umat di zamannya. Allah lebih tahu apa yang terbaik untuk kita.

Sayang, aku tahu kamu punya banyak kekurangan. Tapi tak selayaknya aku biarkan kekuranganmu itu menjadi aib bagimu. Aku adalah pakaian terindah untukmu dan kamu adalah pakaian terindah untukku, pakaian untuk menutup segala kekurangan yang ada dalam diriku dan dirimu. Betapapun banyaknya pakaian mahal dan indah yang bisa kubeli dan kupakai, tapi hanya ada satu pakaian terbaik yang melekat dalam tubuhku, dan pakaian itu adalah kamu. Pakaian yang lain mungkin akan pudar dimakan zaman, pakaian lain mungkin akan luntur ditelan waktu, tapi kamu, adalah pakaian yang tak akan pernah pudar dan luntur selamanya, karena kamu adalah pakaian terbaik hidupku yang Allah persembahkan untuk aku. Lalu masih pantaskah aku untuk mencari pakaian-pakaian yang lain? Yang belum tentu bisa kudapatkan pakaian sebaik dan seindah kamu?

Seandainya aku jadi kamu dan aku menyuruhmu menikah lagi hanya karena aku tak dapat memberikanmu seorang anak, betapa naifnya aku telah menyia-nyiakanmu. Tak terbayangkan olehku betapa sakitnya hati yang kurasakan melihat kamu bercumbu mesra dengan orang lain yang menjadi maduku. Tak terbayangkan pula olehku melihat kamu tersenyum bahagia padahal hatiku hancur luluh lantah bagai ditelan bumi. Demikian juga halnya denganku. Tak ingin rasanya aku melihatmu menangis karena tak kuasa menahan sakitnya hati diduakan. Dan tak ingin pula aku tersenyum di atas derita batin yang kamu rasakan. Kamu adalah milikku satu-satunya di dunia ini dan begitu pula aku adalah milikmu satu-satunya dalam hidupmu yang tak akan pernah tergantikan oleh siapapun. Kamu tercipta untukku dan aku tercipta untukmu.

Sekarang kamu tenang ya sayang, jangan bersedih lagi. Insya Allah aku akan menjaga cinta ini untukmu selalu.”

Tit..tit..tit..tit.....

Getar suara pesan singkat dari handphone milik Tini mengejutkan keheningan malamnya. Sambil membuka pesan singkat yang baru diterimanya, diambilnya sebuah bingkai foto Rofi, suaminya, lalu didekapnya erat-erat dalam hangat peluknya. Tak lama pesan singkat itu dibacanya :

”Sayang baik-baik ya di sana, aku kan selalu merindukanmu di sini. I love u…dari Rofi, suamimu.”

.~ o ~

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#------------------------------------------------.... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik ....

** Sumber : FB setetes-peluh-perjuangan

Referensi Lainnya : http://kembanganggrek2.blogspot.com/

Jumat, 01 April 2011

Kesaksian seorang sahabat (1 April 2011)

Syalom...
Aku seorang istri yang terpisah dari suami karena begitu banyak peristiwa… (namaku tidak usah dicantumkan)

Sejak kami menikah, kami belum dikaruniai seorang anakpun. Awal pernikahan hidup kami bahagia. Lama kelamaan Tuhan membukakan semuanya. Suamiku hidup dalam dosa berat sampai dosa kriminal dia jalankan dan suamiku sudah berkali-kali keluar masuk penjara. Awalnya orangtua dan keluarga tidak tahu, akhirnya karena aku sudah tidak tahan lagi, mau tidak mau orangtua dan keluarga tahu kebejatan suami. Aku masih terus melakukan yang terbaik untuk suami, tapi suami sudah menjadi manusia yang bebal. Apa dan siapapun yang menasihati tidak diterimanya.

Singkat cerita, kurang lebih 3 bulan yang lalu suamiku keluar penjara, tapi karena keluargaku sudah sangat membenci perbuatannya yang menyia-nyiakan aku, maka aku tidak diperbolehkan lagi tinggal bersama suami, aku tinggal bersama orangtuaku, sedih sekali, terlebih-lebih keluarga menyuruhku bercerai tapi aku tetap memegang teguh janji pernikahan bahwa apa yang sudah dipersatukan oleh Tuhan tidak boleh diceraikan oleh manusia sehingga aku terus membawanya dalam doa. Sampai suatu saat aku baca page Novena Tiga Salam Maria, begitu banyak doa-doa yang dikabulkan dengan Novena Tiga Salam Maria dan aku berpikir kalau orang lain bisa aku pasti punya hak untuk mendapat jawaban doa itu. Kira-kira awal bulan lalu aku memulai doa Novena Tiga Salam Maria tepat jam 5 pagi di setiap hari, setelah 9 hari pertama komunikasi sama suami masih lancar, tapi dia masih tetap bebal. Aku berpikir, tidak ada salahnya kumulai lagi putaran ke-2. Tiga hari pertama masih lancar, setelah itu sampai pada hari ke-9nya, tersendat-sendat, sampai-sampai terkadang aku terlambat tidak pas jam 5 tapi aku tetap meneruskan walaupun waktunya kadang-kadang sudah telat 1 jam tapi tetap kuteruskan. Selesai 9 hari yang kedua, kami sering bertengkar di telephone (hp)… dan akhirnya suami tidak ada kabar, hp-nya dimatikan, betul-betul menghilang. Jujur, akupun mulai putus asa. Kenapa 2x Novena tapi malah jadi begini? Aku bingung, aku menangis. Apakah memang ini yang harus kujalani? Aku tetap berdoa walaupun tidak novena lagi, aku tetap berdoa dan terus berdoa, aku pernah baca untuk masalah yang serius bisa dilaukan setiap 1 jam, selama 9 jam…

Kucoba Novena 9 jam, tepat 10 hari yang lalu, suami menghubungi aku, dia minta bertemu tetapi aku menolaknya karena aku tidak bisa, aku bekerja, besoknya begitu juga, aku juga menolak karena bekerja. Sampai hari Jumat yang lalu, entah kenapa keluar dari mulutku untuk memintjam uangnya dan singkat cerita uang itu dia janjikan hari Sabtu.

Aku jumpai dia di rumah teman dan di rumah teman itu ternyata ada seorang wanita. Awalnya aku sudah punya feeling tidak enak, akhirnya pacarnya temanku yang punya rumah menelpon aku dan bilang kalau perempuan itu adalah pacara suamiku… Oh Tuhan, mengapa jadi begini? Aku berusaha sabat dan menanyai semuanya, tapi suamiku tidak mengaku. Akhirnya aku pulang dengan pikiran kacau. Sesampai di rumah, aku berdoa, aku menangis sejadi-jadinya. Aku minta petunjuk dari Tuhan.
Besoknya, suami kembali menelepon aku katanya dia akan jelaskan semuanya. Karena aku memang rindu rumah tanggaku dipulihkan, aku berdoa kepada Tuhan Yesus dan Bunda Maria, minta petunjuk. Apakah kujumpai atau tidak? Dengan segala kekuatan kucoba menjumpai, kami berbicara banyak dan suamiku berjanji tidak akan mengkhianati lagi dan perempuan itu, menurut ceritanya, sudah diusir.

Aku berusaha untuk mempercayai suami. Aku pulang dengan hati tenang. Sebelum tidur, aku berdoa minta perlindungan Tuhan dan penyertaan Bunda Maria. Tengah malam, temanku yang punya rumah menelepon aku untuk membicarakan permasalahannya dengan pacarnya. Tak berapa lama dari seberang telephone terdengar suara sepeda motor mendekati temanku tadi dan terdengar suara wanita, dan secara tiba-tiba temanku mematikan hp-nya. Aku hubungi lagi temanku itu, dan aku tanyakan kenapa hap dimatikan, tapi dia gugup menjawab. Aku tidak mau ambil pusing, aku minta temanku untuk memberikan hp-nya kepada suamiku karena aku mau bicara. Sewaktu hp diberikan kepada suami, ternyata benar suami sedang bersama perempuan itu karena terdengar suara wanita itu berbicara dengan suami. Dengan menangis, aku bilang pada suamiku, kamu tega membohongi aku, lalu hp kumatikan.

Malam itu aku tidak bisa tidur. Sepanjang malam itu aku menangis dan berdoa Salam Maria. Sampai jam 5 pagi aku memulai lagi doa Novena setelah itu aku tertidur sebentar. Kira-kira jam 11 siang suamiku masih sms seperti tidak pernah terjadi sesuatu, tetapi sms-nya tidak kujawab karena aku masih sedih dengan perlakuannya. Selang 15 menit kemudian telephone dari seseorang masuk, menyatakan suamiku ditangkap polisi karena kejahatan yang dia lakukan. Pada saat itu aku sangat tenang menerima kabar itu. Inilah jawaban Tuhan. Tuhan telah memberikan ganjaran yang patut diterima suamiku. Mungkin inilah yang terbaik agar suamiku tidak bisa lagi berhubungan dengan perempuan nakal itu. Sedih memang, tetapi ini yang terbaik untuk semuanya. Aku percaya Tuhan dan Bunda Maria masih bekerjad dalam masalahku. Mohon dukungan doa supaya melalui kejadian ini Tuhan berkarya memulihkan suamiku dan bila Tuhan berkenan Tuhan pulihkan juga rumah tanggaku. “Jadilah padaku menurutu kehendak-Mu.”

Bunda, kasihani suamiku. Bapa, ampuni suamiku, dia tidak tahu apa yang dia perbuat padaku.
Terimakasih...

Jumat, 19 November 2010

Mau Tahu Kenapa Pria Berselingkuh?


Mau Tahu Kenapa Pria Berselingkuh?
IST
Ilustrasi: Selingkuh

KEBANYAKAN pria melakukan perselingkuhan. Mau tahu alasan mengapa pria yang sudah berkeluarga itu berselingkuh?

Konselor hubungan, dr Kamal Khurana, berusaha menggali alasan di balik perselingkuhan pria. Berikut, beberapa hasil analisanya, seperti dikutip dari laman Times of India:

1. Masalah rumah tangga


Banyak pria merasa tertekan akibat pertengkaran yang terjadi bersama pasangan. Jika terus dibiarkan, pola kehidupan rumah tangga seperti ini membuat mereka lebih suka berada di luar rumah. Kondisi ini membuka kesempatan mereka bertemu wanita yang menjadi saran mencurahkan isi hati. Efek selanjutnya, potensial membuka peluang selingkuh.

Jalan keluar
: Selesaikanlah setiap pertengakraan yang terjadi dalam rumah tangga. Jangan mulai mencari tempat curhat diluar rumah karena hal itu bisa memicu terjadinya perselingkuhan. Carilah tempat curhat yang tepat seperti orangtua dan atau konselor.

2. Bosan dengan kehidupan monoton


Beberapa pria mungkin menemukan rutinitas kehidupan rumah tangga yang membosankan. Kondisi ini biasanya membuat hubungan terasa hambar sehingga cenderung mengedepankan hubungan lain dan ingin merasakan percikan luar yang mendebarkan. Rasa bosanseringkali memicu pria untuk mencari kesenangan di luar rumah.

Jalan keluar :
Ciptakan hubungan yang tidak monoton. sesekali ajaklah suami atau stri Anda berpergian berduaan ke luar rumah, mengambil liburan bersama, seperti layaknya hubungan berpacaran dulu.

3. Ingin balas dendam


Pengalaman pahit seperti pengkhianatan istri bisa menuai dendam. Saat ini terjadi, ego pria umumnya akan bermain dan mudah memunculkan niat membalas dendam.

Jalan keluar :
Memafkan kesalahan istri atau suami merupakan hal yang harus dilakukan agar bisa menghapus rasa dendam di hati.

4. Kepuasan emosional


Istri yang terlalu sibuk dengan pekerjaan, mengurus anak atau lainnya seringkali membuat pria merasa terabaikan. Padahal, pria sangat suka mendapat perhatian atau sentuhan agar merasa dihargai.

Jalan keluar :
Cobalah berusaha terlibat dalam kesibukan istri dalam mengurus rumah tangga atau pekerjaan rumah tangga dan mengurus anak-anak sehingga Anda merasa tidak kesepian. Atau sebagai istri, berikan juga perhatian kepada suami sehingga dia tidak merasa terabaikan sehingga mencari perhatian di luar rumah.

7. Mempercepat perceraian
Undang-undang menganggap perselingkuhan dalam rumah tangga sebagai alasan adil bagi istri untuk meminta perceraian. Itulah mengapa perselingkuhan kemudian dimanfaatkan sejumlah pasangan rumah tangga sebagai syarat pernikahan yang baru.

Jalan keluar :
Komunikasikan setiap persoalan yang terjadi dalam rumah tangga sehingga masing-masing pihak merasa nyaman dalam menjalani hubungan. Jangan biarkan perselingkuhan merusak keutuhan rumah tangga Anda.

6. Menyukai eksperimen seksual
Hubungan seksual merupakan bagian tak terpisahkan dalam sebuah perkawinan. Mayoritas cukup puas dengan hubungan seksual bersama pasangannya seumur hidup. Tapi, ada pula yang memilih atau sekedar mencoba merasakannya dengan pasangan berbeda. Bahkan, tak jarang pria menganggap hubungan seksual tanpa cinta bukanlah perselingkuhan.

Jalan keluar : Berusahalah setia terhadap pasangan Anda. Menerima dia apa adanya, segala kelebhian dan kekurangannya. Kuatkanlah keimanan Anda agar setiap cobaan bisa Anda lalui dengan baik.

Senin, 08 November 2010

Inilah Tanda Anda Tak Bisa Mengendalikan Amarah


SETIAP orang bisa marah asalkan emosi marahnya itu bisa dikontrol dengan baik. Namun ada juga yang tidak bisa mengontrol amarahnya. Ada perbedaan antara seseorang yang marah dengan orang yang bermasalah dalam mengontrol emosinya.

Dr. Redford Williams, profesor psikologi di Duke University Medical Center, Amerika Serikat dan penulis buku ‘In Control’ mengungkap lima perbedaannya. Jika tanda-tanda berikut dialami oleh Anda sebaiknya berkonsultasilah dengan psikiater atau psikolog.

1. Marah besar karena masalah kecil
Marah bisa memiliki efek positif. “Seringkali amarah memberitahu kita untuk melakukan sebuah tindakan,” kata Dr. Williams, seperti dikutip dari cbsnews.com. Tetapi, jika rasa marah muncul dan meledak-ledak hanya karena persoalan kecil, bisa jadi pertanda bahwa seseorang mengalami kesulitan dalam mengontrol emosinya.

2. Interupsi


Seseorang yang marah akan cenderung menjadi orang yang tidak sabar. Apalagi jika tidak bisa mengontrol amarahnya. Orang tersebut akan bermasalah untuk menunggu orang lain mengemukakan pendapatnya. Hal yang dilakukannya kemudian adalah selalu menginterupsi. Meskipun dia diam saja dan membiarkan orang lain bicara, sebenarnya ia tidak mendengarkan.

3. Selalu protes
Menurut Dr. Williams, orang yang menghabiskan waktu untuk mengeluh tentang pelanggaran dan kekurangan orang lain mungkin memiliki masalah dengan amarahnya. Beberapa orang marah dengan kata-kata kasar bicara soal politik, olahraga atau hal lain. Semua racun itu datang dari sumber yang sama yaitu amarah.

4. Sulit memaafkan
Hubungan personal bisa menjadi mimpi buruk ketika seseorang mengalami kesulitan memaafkan orang yang telah menyakitinya di masa lalu. Orang-orang dengan masalah amarah seringkali mengalami kesulitan dalam memaafkan orang lain. Sebaliknya, mereka terus frustrasi untuk kembali pada pengalaman menyakitkan dan kebencian setiap kali mengingat kesalahan tersebut.

5. Wajah memerahSaat emosi meninggi, wajah bisa terlihat merah. Ketika wajah merah, jika diukur dengan termometer suhu tubuh dalam keadaan tinggi. Kemarahan adalah efek yang jelas dari tubuh dan pikiran. Bahkan, banyak penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang sering marah cenderung memiliki tekanan darah tinggi dan mengalami stroke atau serangan jantung.

Jumat, 05 November 2010

Meretas Jalan Menuju Keluarga Bahagia


Detail Berita
Keluarga bahagia (Foto: Google)

MEMBINA keluarga bahagia hingga akhir hayat tentu bukan perkara mudah. Perlu dukungan menyeluruh dan jiwa positif dari Anda, pasangan dan anak-anak. Bagaimana mewujudkannya?

Anda dan pasangan tentu saja ingin menciptakan dan membina keluarga bahagia. Namun jika masa kecil Anda sendiri saja tidak begitu cerah, bagaimana keluarga bahagia itu bisa Anda dapat? Bahkan jika Anda berpendidikan tinggi, tidak selalu mudah untuk menentukan apa, tepatnya, bagaimana cara untuk membuat hidup keluarga Anda menyenangkan.

Apakah dengan bermain permainan konyol saat perjalanan liburan atau bebas berkeliaran di pekarangan rumah tetangga, Anda sudah disebut bahagia? Atau bernasib baik telah terhindar dari tragedi besar dalam rumah tangga atau hanya berhubungan erat antarkeluarga yang saling mendukung satu sama lain apa pun yang terjadi?

Pertanyaan pentingnya sekarang, bagaimana Anda memastikan bahwa keluarga Anda memiliki kebahagiaan untuk jangka panjang? Sebenarnya, keluarga yang merasa bahagia memiliki masalah yang sama dengan keluarga lainnya. Entah itu rumah berantakan, masalah keuangan, anak yang rewel, dan masih banyak lagi.

Namun di balik itu semua, mereka memiliki kepuasan diri yang dapat menghadapi
kondisi naik dan turun kehidupan. ”Menjadi bahagia sebagai sebuah keluarga adalah sesuatu yang lebih dari sekadar bersenang-senang bersama atau merasakan langsung euforia kegiatan menyenangkan, seperti membuka hadiah pada pagi hari Natal,” kata Scott Haltzman MD, penulis buku “The Secrets of Happy Families” seperti dikutip webmd.com.

”Sebuah keluarga yang bahagia adalah keluarga yang memiliki arti mendalam tentang makna dan tujuan dalam hidup mereka,” lanjutnya. Bila Anda memiliki itu, Haltzman menambahkan, perasaan muram dan sedih lebih mudah dikelola karena Anda menempatkan hal tersebut ke dalam perspektif berbeda. Ditambah lagi, rasa senang dan bahagia jadi lebih bisa terasa. Dia menyebutkan, ada beberapa kunci untuk membangun keluarga yang lebih bahagia.

Pertama, keluarga bahagia akan mengetahui secara dalam siapa diri mereka sebenarnya. Ketika seluruh anggota keluarga Anda sudah memiliki nilai-nilai atau aturan tersendiri dan secara konstan hidup dengan standar tersebut, maka Anda akan membangun identitas keluarga yang lebih kuat dan mengurangi konflik. Nilai-nilai tersebut biasanya diadopsi sesuai alurnya secara alami.

Jika sudah menikah, Anda dan pasangan tentu akan berkomitmen satu sama lain dari awal membina rumah tangga karena nilai-nilai yang Anda bagi berdua. Namun, Haltzman menegaskan, Anda tidak hanya dengan mudahnya membiarkan nilai tersebut berkembang sendiri, melainkan harus sengaja membentuk dan mengawal prinsip-prinsip utama Anda dalam berkeluarga.

”Mendefinisikan nilai-nilai yang berlaku di keluarga Anda secara bersama-sama tidak bisa hanya memperkuat banyaknya kualitas yang didapat dengan pasangan,” katanya.
Misalnya, karena Anda dan keluarga mengutamakan kebersamaan, Anda memutuskan untuk berlibur bersama. Bila mungkin, Anda juga akan meliburkan anak-anak dari sekolah selama beberapa hari. Sementara keluarga yang lebih mementingkan pendidikan, akan menunggu libur sekolah tiba untuk berlibur bersama anak-anak.

Cara kedua untuk bahagia, belajarlah dari orang lain. Lingkungan yang dekat dengan Anda, seperti keluarga besar, teman, tetangga, dan lain-lainnya, sangat penting untuk kebahagiaan Anda. Menghabiskan waktu bersama dengan keluarga besar Anda bisa membantu anak-anak melihat nilai-nilai yang dianut oleh keluarga besar, misalnya saling membantu. Jadi, nilai-nilai dasar yang dianut keluarga bisa lebih terlihat.

”Tidak ada keluarga yang tumbuh baik dalam sebuah ‘gelembung sabun’. Kerabat dekat, sahabat, tetangga, dan lingkungan lainnya sangat penting bagi kebahagiaan Anda. Keluarga lain dapat memberikan pelajaran bagi anak-anak untuk sebuah ide baru dan gaya hidup serta memberikan pandangan yang lebih luas tentang peran mereka dalam keluarga mereka sendiri maupun dalam komunitas,” kata Haltzman.

”Meluangkan waktu dengan keluarga besar adalah kegiatan yang penting bagi kami,” kata Gita Saini, 39, seorang ibu dari dua anak usia 5 dan 8 tahun, di Orange County,CA, Amerika Serikat. Dia memiliki dua saudara perempuan yang tinggal berdekatan dengannya. ”Anak-anak akan melihat nilai-nilai kita, seperti pendidikan dan membantu keluarga, dalam keluarga besar kami, sehingga nilai-nilai yang diperkuat lebih banyak lagi,” katanya.

Jika Anda tidak memiliki jaringan yang banyak, Haltzman menyarankan agar Anda sendiri yang menciptakan sistem di lingkungan Anda, misalnya menjadi seorang sukarelawan, bergabung dengan perkumpulan orang tua murid atau klub buku, berpartisipasi dalam pelayanan keagamaan, atau hanya bersosialisasi dengan tetangga Anda sebenarnya sudah cukup.

"Sudah Malam Dek, Bobo Yuk!"


Detail Berita
Ibu meninabobokan anaknya. (Foto: Corbis)


APAKAH Moms pernah mengalami si kecil susah untuk tidur pada malam hari? Atau justru tidur larut malam sudah menjadi "ritual" tersendiri bagi buah hati Anda? Wah, jangan dibiarkan ya Moms!

Pasalnya, "kebiasaan" ini dapat berdampak pada kesehatan fisik dan jiwanya. Bisa-bisa tubuhnya menjadi tidak fit, kondisi emosinya tidak baik, gampang rewel, dan mudah marah lantaran dia merasa tidak nyaman dengan dirinya.

Yuk, kita tilik bahasan dari DR dr Rini Sekartini, SpA (K), dari IDAI Jaya (Ikatan Dokter Anak Indonesia Jakarta Raya) berikut!

Penyebab Anak Susah Tidur

Anak susah tidur bisa disebabkan dari berbagai faktor, seperti:

* Berasal dari diri anak itu sendiri, misal anak yang sedang sakit influensa, diare akut, demam, sakit gigi, gatal-gatal dan lain-lain.
* Berasal dari lingkungan. Misal, lingkungan yang bising, padat penghuni dengan udara yang tidak nyaman serta ventilasi ruangan yang tidak baik.
* Beberapa jenis makanan yang memicu anak susah jatuh tidur, seperti minumam yang mengandung kafein, soda atau teh.
* Beberapa kegiatan fisik yang sangat melelahkan atau memberikan pengalaman buruk bagi anak.
* Adanya kebiasaan-kebiasaan atau "ritual" yang dilakukan sebelum tidur, seperti menonton VCD kesayangannya.
* Menunggu orangtuanya pulang dari kantor untuk dapat bercengkerama.
* Bisa juga karena lapar.

Mengatur Pola Tidur Anak

Waktu tidur si prescooler memang berkisar 7-10 jam per hari. Oleh karena itu biasanya dia akan beranjak tidur saat pukul 20.00 atau 21.00 wib. Dan sudah menjadi tugas orangtua untuk mengatur anak tidur tepat pada waktunya. Biasakan mengajak anak ke tempat tidur saat ia mulai mengantuk.

Cobalah secara perlahan mengubah atau menghilangkan kebiasaan untuk bermain atau menonton VCD sebelum tidur. Mulai menetapkan "peraturan" waktu tidur, misalnya saat dia sudah ada di tempat tidur, artinya dia sudah siap untuk tidur, tentu dengan pemahaman yang mudah dimengerti seusianya.

Menjelang sore, kurangi aktivitas fisik yang sangat melelahkan atau mendengarkan cerita yang menakutkan. Pasalnya, hal tersebut akan menyebabkan anak susah tidur.

Dengan pola tidur yang terbentuk sejak masa balita, hal tersebut akan sangat membantu memberikan kebiasaan yang baik bagi anak pada usia selanjutnya. Jangan lupa berikan rasa nyaman pada diri anak menjelang waktu tidur malam. Karena dengan cara seperti itu maka anak akan merasa lebih nyaman bersama orangtuanya, anak juga berpikir orangtua tulus dan sayang terhadap anak. Mulai dari situlah anak merasa pulas akan tidurnya.

Tip Agar Anak Cepat Tidur

1. Lakukan pembiasaan waktu tidur yang teratur

Tentukan pukul berapa anak seharusnya tidur. Begitu pula dengan waktu bangunnya, agar bisa beradaptasi dengan jadwal playgroup-nya kelak. Lakukan pembiasaan tersebut secara konsisten dan terus-menerus.

Lama-kelamaan jam biologis tidur anak pun akan mengikuti.

2. Jangan secara mendadak dan tiba-tiba menyuruh anak tidur malam

Sebelum waktunya tidur, lakukan persiapan, yaitu menggosok gigi, cuci kaki, ganti baju dengan piyama, dan berdoa. Anak perlu waktu transisi sekitar 5-10 menit untuk naik ke tempat tidur. Jika dilakukan secara tiba-tiba, anak umumnya akan menolak.

3. Suasana menjelang tidur malam hendaknya mendukung

Misalnya, lampu kamar diredupkan, lampu ruang keluarga dimatikan, tak ada lagi televisi menyala, dan tak ada lagi aktivitas lain yang bisa menarik perhatian anak dari ritual tidur.

4. Perhatikan kenyamanan yang dibutuhkan anak di ruang tidur

Jika anak takut gelap, sebaiknya atur pencahayaan di kamar menjadi redup tetapi tidak gelap. Bersihkan tempat tidurnya, rapikan seprainya, selimuti anak, dan berikan boneka kesayangannya agar ia merasa nyaman di tempat tidur.

5. Lakukan kegiatan bermain tenang di kamar

Jika anak menolak tidur di waktu yang dijadwalkan dengan berbagai alasan, ajaklah anak beraktivitas di dalam kamar. Pilih aktivitas yang menenangkan seperti, melakukan pijatan kepada anak sebelum tidur di mana dia akan merasa lebih nyaman bersama orangtuanya.

Bisa juga dengan melakukan pengantar tidur seperti: mendengarkan cerita, bernyanyi lagu tenang, mengusap-ngusap atau menepuk-nepuk bagian tubuhnya dan mengajaknya bercakap-cakap.

6. Perhatikan jam tidur siangnya

Jika anak tidur larut karena tidur siang yang lama, maka kurangi waktu tidur siangnya.(nsa)
(Mom& Kiddie//nov)

Senin, 01 November 2010

Turunkan Bobot Tubuh Dengan Alpukat

ALPUKAT merupakan buah yang sangat enak, namun wajib dihindari jika tengah berdiet.Padahal lemak alpukat termasuk lemak sehat yang ampuh menurunkan berat badan. Benarkah ?

Seperti dikutip dari Health24, Selasa (21/7/2009), Potchefstroom Institute of Nutrition di Potchefstroom University menemukan fakta mengejutkan, alpukat dapat memperlancar penurunan bobot tubuh seseorang.

Bertentangan dengn mitos yang ada, ternyata alpukat bebas kolesterol. Meskipun mengandung kandungan lemak yang tinggi, namun lemak di dalam alpukat kebanyakan mengandung monounsaturated. Di mana monounsaturated bermanfaat untuk kesehatan jantung.

Lemak mononunsaturated dapat menurunkan LDL (kolesterol jahat), dan menaikan kadar HDL (kolesterol baik) di dalam tubuh seseorang.

Fakta menyebutkan, lemak monounsaturated di dalam makanan dapat menurunkan kadar triglyceride. Selain itu, mengandung lutein yang bermanfaat untuk penglihatan mata. Alpukat juga kaya akan vitamine E, yang mengandung banyak antioksidan guna mencegah radikal bebas.

Kandungan beta-sitosterol pada alpukat juga berfungsi sebagai anti-cholesterol yang dapat melindungi tubuh untuk mengendalikan kolesterol.

Karena itu, bagi Anda yang tengah berdiet, tidak usah takut mengonsumsi alpukat. Sebab alpukat kaya akan phytosterols yang dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Untuk Anda yang ingin mengonsumsi alpukat, akan lebih baik jika menikmatinya tanpa tambahan apapun. Dengan mengonsumsi buahnya saja dijamin tidak ada kandungan gula di dalamnya, dibandingkan bila Anda mencampurnya dengan susu atau air gula.(nsa)

AYAM GORENG BUMBU LAOS


Deskripsi:
Nah kalau resep yang ini boleh deh dicobain, soalnya sudah beberapa kali kucoba. Rasanya uenaaakkkk tenan buat makan bersama nasi panas dan sambel bajak. Apalagi bumbu yang ditaburin itu...hmh...pokoke yammi banget. Lagipula karena ayamnya diungkep dulu terus digorengnya pakai dilumuri telor kocok, jadi setelah digoreng biar sudah dingin besokannya dimakan juga masih empuk aja.

Bahan-bahan:
ayam satu ekor
250 gram laos muda
100 gram jahe
2 jempol kunyit
2 batang sereh
5 daun jeruk purut
4-5 bawang merah
4-5 siung bawang putih
asam jawa
gula jawa
1 sendok teh ketumbar bubuk
1 sendok teh merica bubuk
garam
air satu gelas
minyak makan/sayur

Petunjuk
Potong ayam kecil kecil
haluskan bumbu pakai mesin giling sampai halus, kecuali sereh
Goreng bumbu dengan sedikit minyak sampai harum
Masukkan ayam, aduk-aduk, dan masukkan air
Tutup sampai ayam empuk
Angkat ayam, sisihkan, dan tinggalkan semua bumbu di wajan.
Tambahkan minyak goreng, dan goreng sampai kecoklatan.

Peras bumbu supaya minyak keluar, dan keringkan dengan oven.
Goreng ayam setelah dilumuri kocokan telur yang diberi garam sedikit.
Goreng sampai kecoklatan.
Sajikan dengan manburkan bumbu kering tadi di atasnya.

Makan pakai lalapan dan sambel bajak.

Jumat, 22 Oktober 2010

Trik Asuh Bayi Saat Suami Jauh

Detail Berita
 SI buah hati masih bayi, tapi tiba-tiba suami harus berada berkilo-kilo meter hingga bermil-mil jauhnya, untuk urusan pekerjaan atau studi. Waduh, terbayang repotnya mengurus si kecil sendirian.

Tenang, asal tahu triknya, tak masalah kok. Apalagi kalau kedekatan si ayah dan anak tetap tak terganggu. Two thumbs up!

Menurut Francisca, M. Psi, Psikolog dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (LPTUI), kunci keberhasilan kala merawat bayi tanpa suami adalah komunikasi! Dikatakannya, komunikasi sebagai solusi kesepakatan dalam menanamkan kepedulian antara istri dan suami dalam mengasuh anak agar kelak bila terjadi masalah, orangtua tidak saling menyalahkan. Lantas, seperti apa komunikasi itu?

Berbicaralah kepada suami

- Dalam urusan mengasuh anak, istri-suami perlu urun rembuk mengenai apa saja yang diperlukan bayi, umpamanya, siapakah yang membantu istri dalam merawat bayi, apalagi bila buah hati adalah bayi pertama dalam keluarga. Apakah kelak sang istri dibantu oleh orangtua, mertua, atau pengasuh, perlu didiskusikan secara matang oleh pasangan.

- Sebaiknya, Moms memberitahukan kondisi dan perkembangan bayi secara rutin kepada suami. Begitu pula Dads harus melakukan hal yang sama, mencari tahu kondisi buah hati. Dengan demikian, Dads tetap dekat dengan anak. Dan ketika bertemu anaknya kelak, Dads tidak akan merasa asing.

- Bila terjadi sesuatu pada bayi, Moms tetap memberitahukan kepada suami. Nah, untuk menghindari suasana kalang kabut antara istri-suami, sebaiknya Moms membekali diri dengan pengetahuan, cara merawat bayi, masalah-masalah yang biasa terjadi pada bayi, tumbuh kembang bayi, dan sebagainya. Sehingga ketika bayi sakit, contohnya, Moms tidak gampang panik dan cepat mengambil tindakan ketika menghadapi hal-hal di luar kebiasaan.

Selain itu, simpan pula kontak tenaga ahli, seperti dokter, yang membantu menangani masalah yang lebih berat lagi atau memberikan informasi mengenai kondisi bayi. Hal ini diupayakan agar istri tidak sebentar-sebentar menelepon suami yang dapat menganggu kelancaran pekerjaan atau studi. Pasalnya, bila ‘terkurung’ rasa panik akan menyulitkan Moms dalam mengambil keputusan.

Ajak si kecil berkomunikasi

- Meski terhalang jarak, Dads tetap bisa menjalin komunikasi dengan bayi. Ambil contoh, bertelepon. Dads bisa berbicara atau menyanyikan lagu bagi buah hatinya. Nah, bayi cenderung tertarik pada suara manusia. Sebagai responnya, dia akan mengeluarkan suara-suara sebagai usaha awal berkomunikasi. Nah, Moms juga bisa merekam suara Dads lalu memperdengarkannya di lain kesemparan pada bayi sehingga bayi tetap akrab dengan suara ayahnya.

Demikian pula sebaliknya, Moms dapat merekam perkembangan bayi lewat video kamera dan mengirimkannya kepada suami agar ia tetap familiar dengan setiap perkembangan buah hatinya.

- Selain pendengaran, komunikasi bisa pula dilakukan lewat indera lainnya, misalnya penglihatan. Pasanglah foto ayahnya dalam kamar bayi. Ajaklah si bayi berbicara sembari memandangi foto ayahnya.

Ketika Dads kembali dari tugas atau studi, lakukanlah quality time bersama bayi, seperti menggendong, menatap, mengajak bicara, bermain, dan sebagainya. Inilah momen bonding yang kuat melalui kontak fisik. Ya! Bayi akan merasakan sentuhan, bau, suara, dan melihat figur Ayah secara langsung sehingga lebih akrab.

Tak sungkan meminta bantuan pihak lain

Karena belum berpengalaman, biasanya ibu baru masih ragu saat menangani masalah, misalnya saat bayi sakit. Karena itu, dia memerlukan pihak yang membantu, menenangkan situasi, dan menentukan langkah yang dapat dilakukan segera. Bantuan bisa datang dari orangtua, mertua, saudara, sahabat, teman, atau tenaga medis.

(Mom& Kiddie//ftr)

Rabu, 20 Oktober 2010

10 Model Cincin Pernikahan

Sekedar memberikan beberapa model cincin yang mungkin bisa dijadikan inspirasi untuk cincin kawin kalian.. ^.^









sumber : http://tyalovestyo.wordpress.com

Memaknai Cincin Kawin



Setiap pasangan Muda-mudi yang  bertunangan atau saat pernikahan biasanya  saling memasangkan cincin kawin ke pasangannya masing-masing.  Apa sebenarnya sih makna cincin kawin? 

Ada berbagai pendapat mengenai arti cincin kawin tersebut.

1. Cincin kawin adalah simbol ikatan cinta yang berlaku sepanjang masa dan berlaku secara universal (artinya sudah diakui secara umum)
2.  Cincin menjadi penanda awal sebuah hubungan dan menjelaskan status pemakainya, sebagai pasangan istri-suami. Kalau seorang perempuan muda sudah memakai cincin kawin menandakan bahwa perempuan tersebut telah memiliki ikatan ataupun janji kepada seoarang laki-laki tertentu baik sebagai suami ataupun tunangan.
3. Bentuknya yang bulat, tak berujung melambangkan pernikahan yang tiada akhirnya.
4. Cincin kawin yang bermata berlian menandakan keabadian Cinta, Diamond is Forever
5. Menumbuhkan perasaan ‘dekat’ dengan pasangannya walau terpisah oleh waktu dan jarak. Agar selalu mengingatkan kepada pasangan

Berusaha Menghindari Godaan

Walaupun terus-menerus mengenakan cincin bukanlah jaminan bisa terhindar dari godaan. Yang penting bagaimana usaha si pemakai cincin tidak mudah termakan bujuk rayu orang lain, yang bukan pasangannya.
Dengan demikian, cincin kawin bukanlah segala-galanya untuk mempertahankan pernikahan. Tetap dibutuhkan usaha dari masing-masing individu, baik istri maupun suami dalam membina rumah tangga.

Bagi yang percaya silahkan membeli cincin sebelum perkawinan, bagi yang tidak anggap saja itu hanya mitos yang pentingkan niat dari masing-masing individu untuk saling menyayangi dan tidak berselingkuh, bener enggak Yah……?

VMM, dari berbagai sumber

Sepasang Cincin Kawin…

Cobalah mengenang hari istimewa saat Anda dan pasangan mengikrarkan janji sehidup semati. Masih ingatkah ekspresi pasangan saat menyematkan cincin di jari manis? Hmm… apakah ia tersenyum? Tersipu malukah? Atau justru terjadi ‘insiden’ sesaat karena cincin sulit dipasangkan alias macet di tengah jari?
Apa sebenarnya makna cincin kawin? Nah, biasanya kaum Dads nih yang nggak betah mengenakan cincin. Tak percaya? Simak saja beberapa pemaparan di bawah!

Arti Sepasang Cincin
  • Cincin kawin adalah simbol ikatan cinta yang berlaku sepanjang masa dan berlaku secara universal.
  • Cincin menjadi penanda awal sebuah hubungan dan menjelaskan status pemakainya, sebagai pasangan istri-suami.
  • Bentuknya yang bulat, tak berujung melambangkan pernikahan yang tiada akhirnya.
  • Uniknya lagi, cincin yang disematkan di jari manis seolah berbicara kepada orang lain, “Hei, tinggalkan aku! Kini, aku sudah ada pendampingnya!”
  • Menumbuhkan perasaan ‘dekat’ dengan pasangannya walau terpisah oleh waktu dan jarak. Agar selalu mengingatkan kepada pasangan.
Tak Pakai, Tak Setia?

Terus-menerus mengenakan cincin bukanlah jaminan bisa terhindar dari godaan. Yang penting bagaimana usaha si pemakai cincin tidak mudah termakan bujuk rayu orang lain, yang bukan pasangannya.
Dengan demikian, cincin kawin bukanlah segala-galanya untuk mempertahankan pernikahan. Tetap dibutuhkan usaha dari masing-masing individu, baik istri maupun suami dalam membina rumah tangga. Psst…mungkin perlu diciptakan ‘cincin kawin anti selingkuh’ ya?
Jadi, harap maklum ya Moms or Dads kalau pasangan ‘alergi’ memakai cincin kawin.

Mitos
  • Harus dipakai di jari manis tangan kiri, sebab pembuluh nadi mengalir dari ujung jari manis tangan kiri menuju jantung. Selain itu, tangan kiri jarang digunakan dibandingkan tangan kanan sehingga lebih kecil kemungkinannya rusak.
  • Ukurannya harus pas. Cincin yang sempit adalah pertanda bahwa kelak perkawinan dipenuhi kecemburuan atau suasana tak nyaman. Sedangkan cincin yang terlalu besar ialah pertanda ikatan perkawinan yang kendur, sehingga rawan perceraian.
  • Saat memilih cincin, jangan lakukan pada hari Jumat! Atau cincin dipakai sebelum upacara perkawinan. Jika dilanggar, pernikahan bisa gagal.
Sumber : okezone.com