Jumat, 05 November 2010

Alkohol & Narkotika Berisiko Seumur Hidup bagi Remaja


Detail Berita
Ingatkan kepada anak bahaya konsumsi alkohol dan narkotika (Foto: Google)

KONSUMSI alkohol yang tinggi dan pemakaian mariyuana pada kalangan muda, berdasarkan penelitian terbaru, dapat menyebabkan risiko penurunan mental yang akan berlanjut hingga beranjak dewasa.

Para peneliti menemukan fakta dalam hasil pengukuran sebuah tes yang dilakukan bahwa remaja yang terbiasa mengonsumsi alkohol mempunyai kemampuan intelektual yang lebih rendah ketimbang remaja lain yang bukan peminum.

Profesor psikiatri dari Fakultas Kedokteran University of New Mexico School Robert Thoma mengatakan, penelitian yang dilakukan olehnya dan segenap tim bermaksud ingin mengetahui apakah konsumsi alkohol yang berat dapat menyebabkan penurunan neuropsychological di kalangan remaja. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa hal tersebut berpengaruh pada peminum berat dan pengguna narkotika di kalangan orang dewasa.

”Yang menjadi masalah adalah, anak-anak yang mulai minum alkohol sejak dini dan menjadi peminum berat, dapat berpengaruh pada kesehatannya seumur hidup. Begitulah setidaknya yang ditunjukkan data dari hasil penelitian kami,” kata Robert yang bertindak sebagai ketua tim peneliti sekaligus seorang neuropsychologistini.

Lebih jauh Robert mengatakan, mungkin saja penelitian yang dilakukan timnya masih berskala kecil. Namun, tindakan yang dilakukannya tersebut bisa dibilang merupakan penelitian pertama yang menunjukkan penyalahgunaan alkohol dalam jumlah banyak dapat memicu penurunan mental bagi remaja.

Di samping mental, rupanya pemakaian narkotika juga berdampak negatif pada memori. Namun, hal ini hanya dikarenakan penggunaan narkotika semata bukan alkohol. Robert juga mengingatkan pada orang tua yang merupakan peminum dan pemakai narkoba. Pasalnya, meski anak-anak tersebut bersih dari kedua zat tadi, namun jika orangtua anak bersangkutan adalah peminum kelas berat, maka anak-anak pun berpeluang menderita penyakit.

Dalam pengukuran tes yang dilakukan, anak-anak ini menunjukkan memiliki kemampuan visuospatia yang rendah. Ini merupakan kemampuan berpikir nonverbal yang erat kaitannya dengan kreativitas, seperti dalam bidang arsitektur, musik, maupun seni. Studi dengan judul “Alkoholism: Clinical & Experimental Research” tersebut, melibatkan sedikitnya 48 remaja.

Usia mereka berkisar antara 12-18 tahun. Mereka kemudian dibagi dalam tiga grup. sejumlah 19 orang tergabung dalam kelompok peminum, 15 di antaranya merupakan remaja sehat bersih dari alkohol dan narkoba, sementara sisanya 14 orang adalah remaja yang bersih dari kedua zat itu, namun dengan orangtua yang peminum. 19 remaja kelompok pertama didiagnosis menderita ketergantungan alcohol, 12 orang di antaranya bahkan juga ketergantungan narkotika.

Dalam kelompok juga ditemukan remaja yang usianya lebih tua dibandingkan peserta lain dalam kelompok. Mereka mengaku meminum 6-20 botol per hari selama tiga bulan sewaktu terakhir mereka minum. Makin banyak alkohol yang dikonsumsi, makin rendahlah hasil tes yang mereka dapatkan, khususnya di bidang fungsi eksekutif.

Penilaian di bidang ini mencakup kemampuan membuat keputusan, perhatian penuh, dan kemampuan merencanakan masa depan. Anak-anak dalam kategori tersebut dilaporkan juga menghabiskan 30 persen waktunya dari penelitian yang dilakukan selama 90 hari, untuk minum alkohol. Mereka yang menggunakan mariyuana bahkan mengatakan 405 waktunya habis untuk mengisap mariyuana.

”Bisa Anda bayangkan, bagaimana pengaruhnya (kedua zat itu) bagi anak. Padahal, anak-anak sejak dini harus belajar untuk terorganisir dan hidup disiplin. Mereka harus bangun pagi dan berangkat sekolah dan memberi perhatian penuh pada pelajaran yang diberikan,” tutur Robert.

Akan tetapi, profesor psikologi dari Sekolah Ilmu Sains dan Sosial Universitas California Ramani Durvasula mengatakan, penelitian tersebut bagaikan membandingkan buah apel dan jeruk. Sebab, anak-anak yang menyalahgunakan alkohol dan narkotika berbeda dengan anak lainnya.

”Dan, mereka mempunyai masalah yang mungkin teman sebayanya tidak alami,” kata Ramani. Ketika berbicara tentang fungsi eksekutif, lanjut Rahmani, seperti kemampuan merencanakan masa depan ataupun mampu mengontrol sikap, jika aspek-aspek ini sudah ada dalam diri anak-anak maupun orang dewasa, kecenderungan mereka untuk minum alkohol malah semakin besar. ”Saat anak-anak mulai minum di kisaran usia 13 tahun, pasti karena kurangnya pengawasan orangtua,” katanya lagi.

Sementara, Robert mengatakan, hal tersebut bagaikan pertanyaan mana lebih dulu keluar, telur atau ayam. ”Jadi, mana yang lebih dulu, rendahnya fungsi eksekutif yang lalu memengaruhi untuk menjadi peminum, atau peminum berat yang berpengaruh pada rendahnya kemampuan eksekutifnya?” kata Robert.

Apa pun yang lebih dulu, kata Robert, yang pasti alkohol berkorelasi dengan masalah ini. ”Dalam ilmu sains, ada satu tingkatan di mana kamu amat yakin tentang sesuatu,” tambahnya.

Penelitian yang dilakukan juga tidak melihat tingkat sosial ekonomi maupun tingkat pendidikan. Namun, lepas dari komentar yang dilontarkan, Ramani mengingatkan akan pentingnya pengawasan sekolah dan di rumah akan bahaya alkohol dan narkotika.

Meretas Jalan Menuju Keluarga Bahagia


Detail Berita
Keluarga bahagia (Foto: Google)

MEMBINA keluarga bahagia hingga akhir hayat tentu bukan perkara mudah. Perlu dukungan menyeluruh dan jiwa positif dari Anda, pasangan dan anak-anak. Bagaimana mewujudkannya?

Anda dan pasangan tentu saja ingin menciptakan dan membina keluarga bahagia. Namun jika masa kecil Anda sendiri saja tidak begitu cerah, bagaimana keluarga bahagia itu bisa Anda dapat? Bahkan jika Anda berpendidikan tinggi, tidak selalu mudah untuk menentukan apa, tepatnya, bagaimana cara untuk membuat hidup keluarga Anda menyenangkan.

Apakah dengan bermain permainan konyol saat perjalanan liburan atau bebas berkeliaran di pekarangan rumah tetangga, Anda sudah disebut bahagia? Atau bernasib baik telah terhindar dari tragedi besar dalam rumah tangga atau hanya berhubungan erat antarkeluarga yang saling mendukung satu sama lain apa pun yang terjadi?

Pertanyaan pentingnya sekarang, bagaimana Anda memastikan bahwa keluarga Anda memiliki kebahagiaan untuk jangka panjang? Sebenarnya, keluarga yang merasa bahagia memiliki masalah yang sama dengan keluarga lainnya. Entah itu rumah berantakan, masalah keuangan, anak yang rewel, dan masih banyak lagi.

Namun di balik itu semua, mereka memiliki kepuasan diri yang dapat menghadapi
kondisi naik dan turun kehidupan. ”Menjadi bahagia sebagai sebuah keluarga adalah sesuatu yang lebih dari sekadar bersenang-senang bersama atau merasakan langsung euforia kegiatan menyenangkan, seperti membuka hadiah pada pagi hari Natal,” kata Scott Haltzman MD, penulis buku “The Secrets of Happy Families” seperti dikutip webmd.com.

”Sebuah keluarga yang bahagia adalah keluarga yang memiliki arti mendalam tentang makna dan tujuan dalam hidup mereka,” lanjutnya. Bila Anda memiliki itu, Haltzman menambahkan, perasaan muram dan sedih lebih mudah dikelola karena Anda menempatkan hal tersebut ke dalam perspektif berbeda. Ditambah lagi, rasa senang dan bahagia jadi lebih bisa terasa. Dia menyebutkan, ada beberapa kunci untuk membangun keluarga yang lebih bahagia.

Pertama, keluarga bahagia akan mengetahui secara dalam siapa diri mereka sebenarnya. Ketika seluruh anggota keluarga Anda sudah memiliki nilai-nilai atau aturan tersendiri dan secara konstan hidup dengan standar tersebut, maka Anda akan membangun identitas keluarga yang lebih kuat dan mengurangi konflik. Nilai-nilai tersebut biasanya diadopsi sesuai alurnya secara alami.

Jika sudah menikah, Anda dan pasangan tentu akan berkomitmen satu sama lain dari awal membina rumah tangga karena nilai-nilai yang Anda bagi berdua. Namun, Haltzman menegaskan, Anda tidak hanya dengan mudahnya membiarkan nilai tersebut berkembang sendiri, melainkan harus sengaja membentuk dan mengawal prinsip-prinsip utama Anda dalam berkeluarga.

”Mendefinisikan nilai-nilai yang berlaku di keluarga Anda secara bersama-sama tidak bisa hanya memperkuat banyaknya kualitas yang didapat dengan pasangan,” katanya.
Misalnya, karena Anda dan keluarga mengutamakan kebersamaan, Anda memutuskan untuk berlibur bersama. Bila mungkin, Anda juga akan meliburkan anak-anak dari sekolah selama beberapa hari. Sementara keluarga yang lebih mementingkan pendidikan, akan menunggu libur sekolah tiba untuk berlibur bersama anak-anak.

Cara kedua untuk bahagia, belajarlah dari orang lain. Lingkungan yang dekat dengan Anda, seperti keluarga besar, teman, tetangga, dan lain-lainnya, sangat penting untuk kebahagiaan Anda. Menghabiskan waktu bersama dengan keluarga besar Anda bisa membantu anak-anak melihat nilai-nilai yang dianut oleh keluarga besar, misalnya saling membantu. Jadi, nilai-nilai dasar yang dianut keluarga bisa lebih terlihat.

”Tidak ada keluarga yang tumbuh baik dalam sebuah ‘gelembung sabun’. Kerabat dekat, sahabat, tetangga, dan lingkungan lainnya sangat penting bagi kebahagiaan Anda. Keluarga lain dapat memberikan pelajaran bagi anak-anak untuk sebuah ide baru dan gaya hidup serta memberikan pandangan yang lebih luas tentang peran mereka dalam keluarga mereka sendiri maupun dalam komunitas,” kata Haltzman.

”Meluangkan waktu dengan keluarga besar adalah kegiatan yang penting bagi kami,” kata Gita Saini, 39, seorang ibu dari dua anak usia 5 dan 8 tahun, di Orange County,CA, Amerika Serikat. Dia memiliki dua saudara perempuan yang tinggal berdekatan dengannya. ”Anak-anak akan melihat nilai-nilai kita, seperti pendidikan dan membantu keluarga, dalam keluarga besar kami, sehingga nilai-nilai yang diperkuat lebih banyak lagi,” katanya.

Jika Anda tidak memiliki jaringan yang banyak, Haltzman menyarankan agar Anda sendiri yang menciptakan sistem di lingkungan Anda, misalnya menjadi seorang sukarelawan, bergabung dengan perkumpulan orang tua murid atau klub buku, berpartisipasi dalam pelayanan keagamaan, atau hanya bersosialisasi dengan tetangga Anda sebenarnya sudah cukup.

"Sudah Malam Dek, Bobo Yuk!"


Detail Berita
Ibu meninabobokan anaknya. (Foto: Corbis)


APAKAH Moms pernah mengalami si kecil susah untuk tidur pada malam hari? Atau justru tidur larut malam sudah menjadi "ritual" tersendiri bagi buah hati Anda? Wah, jangan dibiarkan ya Moms!

Pasalnya, "kebiasaan" ini dapat berdampak pada kesehatan fisik dan jiwanya. Bisa-bisa tubuhnya menjadi tidak fit, kondisi emosinya tidak baik, gampang rewel, dan mudah marah lantaran dia merasa tidak nyaman dengan dirinya.

Yuk, kita tilik bahasan dari DR dr Rini Sekartini, SpA (K), dari IDAI Jaya (Ikatan Dokter Anak Indonesia Jakarta Raya) berikut!

Penyebab Anak Susah Tidur

Anak susah tidur bisa disebabkan dari berbagai faktor, seperti:

* Berasal dari diri anak itu sendiri, misal anak yang sedang sakit influensa, diare akut, demam, sakit gigi, gatal-gatal dan lain-lain.
* Berasal dari lingkungan. Misal, lingkungan yang bising, padat penghuni dengan udara yang tidak nyaman serta ventilasi ruangan yang tidak baik.
* Beberapa jenis makanan yang memicu anak susah jatuh tidur, seperti minumam yang mengandung kafein, soda atau teh.
* Beberapa kegiatan fisik yang sangat melelahkan atau memberikan pengalaman buruk bagi anak.
* Adanya kebiasaan-kebiasaan atau "ritual" yang dilakukan sebelum tidur, seperti menonton VCD kesayangannya.
* Menunggu orangtuanya pulang dari kantor untuk dapat bercengkerama.
* Bisa juga karena lapar.

Mengatur Pola Tidur Anak

Waktu tidur si prescooler memang berkisar 7-10 jam per hari. Oleh karena itu biasanya dia akan beranjak tidur saat pukul 20.00 atau 21.00 wib. Dan sudah menjadi tugas orangtua untuk mengatur anak tidur tepat pada waktunya. Biasakan mengajak anak ke tempat tidur saat ia mulai mengantuk.

Cobalah secara perlahan mengubah atau menghilangkan kebiasaan untuk bermain atau menonton VCD sebelum tidur. Mulai menetapkan "peraturan" waktu tidur, misalnya saat dia sudah ada di tempat tidur, artinya dia sudah siap untuk tidur, tentu dengan pemahaman yang mudah dimengerti seusianya.

Menjelang sore, kurangi aktivitas fisik yang sangat melelahkan atau mendengarkan cerita yang menakutkan. Pasalnya, hal tersebut akan menyebabkan anak susah tidur.

Dengan pola tidur yang terbentuk sejak masa balita, hal tersebut akan sangat membantu memberikan kebiasaan yang baik bagi anak pada usia selanjutnya. Jangan lupa berikan rasa nyaman pada diri anak menjelang waktu tidur malam. Karena dengan cara seperti itu maka anak akan merasa lebih nyaman bersama orangtuanya, anak juga berpikir orangtua tulus dan sayang terhadap anak. Mulai dari situlah anak merasa pulas akan tidurnya.

Tip Agar Anak Cepat Tidur

1. Lakukan pembiasaan waktu tidur yang teratur

Tentukan pukul berapa anak seharusnya tidur. Begitu pula dengan waktu bangunnya, agar bisa beradaptasi dengan jadwal playgroup-nya kelak. Lakukan pembiasaan tersebut secara konsisten dan terus-menerus.

Lama-kelamaan jam biologis tidur anak pun akan mengikuti.

2. Jangan secara mendadak dan tiba-tiba menyuruh anak tidur malam

Sebelum waktunya tidur, lakukan persiapan, yaitu menggosok gigi, cuci kaki, ganti baju dengan piyama, dan berdoa. Anak perlu waktu transisi sekitar 5-10 menit untuk naik ke tempat tidur. Jika dilakukan secara tiba-tiba, anak umumnya akan menolak.

3. Suasana menjelang tidur malam hendaknya mendukung

Misalnya, lampu kamar diredupkan, lampu ruang keluarga dimatikan, tak ada lagi televisi menyala, dan tak ada lagi aktivitas lain yang bisa menarik perhatian anak dari ritual tidur.

4. Perhatikan kenyamanan yang dibutuhkan anak di ruang tidur

Jika anak takut gelap, sebaiknya atur pencahayaan di kamar menjadi redup tetapi tidak gelap. Bersihkan tempat tidurnya, rapikan seprainya, selimuti anak, dan berikan boneka kesayangannya agar ia merasa nyaman di tempat tidur.

5. Lakukan kegiatan bermain tenang di kamar

Jika anak menolak tidur di waktu yang dijadwalkan dengan berbagai alasan, ajaklah anak beraktivitas di dalam kamar. Pilih aktivitas yang menenangkan seperti, melakukan pijatan kepada anak sebelum tidur di mana dia akan merasa lebih nyaman bersama orangtuanya.

Bisa juga dengan melakukan pengantar tidur seperti: mendengarkan cerita, bernyanyi lagu tenang, mengusap-ngusap atau menepuk-nepuk bagian tubuhnya dan mengajaknya bercakap-cakap.

6. Perhatikan jam tidur siangnya

Jika anak tidur larut karena tidur siang yang lama, maka kurangi waktu tidur siangnya.(nsa)
(Mom& Kiddie//nov)

Merapi Terus Muntahkan Wedhus Gembel


Gunung Merapi (Foto: Badan Geologi)
YOGYAKARTA - Kondisi Gunung Merapi sampai saat ini masih belum bisa diprediksi. Pasalnya, awan panas dan guguran masih terus dimuntahkan.

"Merapi sampai saat ini masih mengeluarkan awan panas dan abu vulkanik dengan ketinggian 5.000 meter," sebut saja Kurniawan salah satu petugas piket pos Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta , Sabtu (6/11/2010).

Melihat kondisi tersebut, dia meminta agar masyarakat tetap bertahan dan sabar di pengungsian. Sementara itu situasi di kawasan Gunung Merapi berkabut.

"Sampai saat ini status Gunung Merapi masih awas dan jarak aman 20 km," tutupnya.
(crl)

Dahsyatnya Abu Merapi

Merapi terus meletus. Seiring tanah bergetar, sang gunung memuntahkan material vulkanik ke udara. Asap membubung tinggi, lalu jatuh ke mana angin membawa.
Di Yogyakarta Jumat (5/11) pagi ini, warga menyambut pagi yang gelap dan kelabu. Kota itu, juga berbagai wilayah di sekitar Merapi, diselimuti abu. Penduduk harus beraktivitas dengan masker, agar material silika tak terhirup ke paru-paru yang bisa terganggu karenanya.
Semua jadwal di bandara Adi Sutjipto dibatalkan demi keselamatan penerbangan. Di Bandung, sejumlah penduduk melaporkan hujan abu yang dikaitkan dengan Merapi.
Relawan terus berdatangan membantu pengungsi Merapi. Di berbagai sudut negeri, orang-orang mengulurkan tangan. Di berbagai jejaring, kepedulian terbentuk...
Gunung Merapi memuntahkan material vulkanik, terlihat dari Klaten, Kamis (4/11). (AP Photo/Irwin Fedriansyah)
Penduduk menyelamatkan diri dengan motor setelah Gunung Merapi meletus lagi, Jumat (5/11). Pemerintah meluaskan zona bahaya menjadi 20 kilometer dari pusat kawah Merapi. (AP Photo/Achmad Ibrahim)
Tim penyelamat mencari korban Merapi di Argomulyo, Yogyakarta, Jumat (5/11). (AP Photo/Trisnadi)
Tim relawan dan tentara di Argomulyo lari menyelamatkan diri setelah Merapi kembali meletus, Jumat (5/11). (AP Photo/Trisnadi)
Sebuah pesawat, berselimut abu vulkanik, diparkir di bandara internasional Adi Sutjipto, Yogyakarta, Jumat (5/11). Bandara yang landasannya tertutup abu putih harus ditutup. (AP Photo/Irwin Fedriansyah)
Masyarakat melakukan aktivitas menggunakan masker saat melintas di Jalan Pangeran Diponegoro, Yogyakarta, Jumat (5/11). Erupsi Gunung Merapi yang kembali terjadi pada Kamis (5/11) mengeluarkan debu vulkanik yang menyelimuti Kota Yogyakarta, sehingga masyarakat diimbau menggunakan masker saat melakukan aktivitas di luar ruangan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat debu vulkanik. (Foto ANTARAWahyu Putro A)
Seorang anak berjalan di antara pohon yang tumbang di jalan lingkar Muntilan, Jawa Tengah, Jumat (5/11). Banyak pohon tumbang di beberapa wilayah Muntilan akibat hujan abu vulkanik dari Gunung Merapi. (Foto ANTARA/Wihdan Hidayat)

Senin, 01 November 2010

Turunkan Bobot Tubuh Dengan Alpukat

ALPUKAT merupakan buah yang sangat enak, namun wajib dihindari jika tengah berdiet.Padahal lemak alpukat termasuk lemak sehat yang ampuh menurunkan berat badan. Benarkah ?

Seperti dikutip dari Health24, Selasa (21/7/2009), Potchefstroom Institute of Nutrition di Potchefstroom University menemukan fakta mengejutkan, alpukat dapat memperlancar penurunan bobot tubuh seseorang.

Bertentangan dengn mitos yang ada, ternyata alpukat bebas kolesterol. Meskipun mengandung kandungan lemak yang tinggi, namun lemak di dalam alpukat kebanyakan mengandung monounsaturated. Di mana monounsaturated bermanfaat untuk kesehatan jantung.

Lemak mononunsaturated dapat menurunkan LDL (kolesterol jahat), dan menaikan kadar HDL (kolesterol baik) di dalam tubuh seseorang.

Fakta menyebutkan, lemak monounsaturated di dalam makanan dapat menurunkan kadar triglyceride. Selain itu, mengandung lutein yang bermanfaat untuk penglihatan mata. Alpukat juga kaya akan vitamine E, yang mengandung banyak antioksidan guna mencegah radikal bebas.

Kandungan beta-sitosterol pada alpukat juga berfungsi sebagai anti-cholesterol yang dapat melindungi tubuh untuk mengendalikan kolesterol.

Karena itu, bagi Anda yang tengah berdiet, tidak usah takut mengonsumsi alpukat. Sebab alpukat kaya akan phytosterols yang dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Untuk Anda yang ingin mengonsumsi alpukat, akan lebih baik jika menikmatinya tanpa tambahan apapun. Dengan mengonsumsi buahnya saja dijamin tidak ada kandungan gula di dalamnya, dibandingkan bila Anda mencampurnya dengan susu atau air gula.(nsa)

AYAM GORENG BUMBU LAOS


Deskripsi:
Nah kalau resep yang ini boleh deh dicobain, soalnya sudah beberapa kali kucoba. Rasanya uenaaakkkk tenan buat makan bersama nasi panas dan sambel bajak. Apalagi bumbu yang ditaburin itu...hmh...pokoke yammi banget. Lagipula karena ayamnya diungkep dulu terus digorengnya pakai dilumuri telor kocok, jadi setelah digoreng biar sudah dingin besokannya dimakan juga masih empuk aja.

Bahan-bahan:
ayam satu ekor
250 gram laos muda
100 gram jahe
2 jempol kunyit
2 batang sereh
5 daun jeruk purut
4-5 bawang merah
4-5 siung bawang putih
asam jawa
gula jawa
1 sendok teh ketumbar bubuk
1 sendok teh merica bubuk
garam
air satu gelas
minyak makan/sayur

Petunjuk
Potong ayam kecil kecil
haluskan bumbu pakai mesin giling sampai halus, kecuali sereh
Goreng bumbu dengan sedikit minyak sampai harum
Masukkan ayam, aduk-aduk, dan masukkan air
Tutup sampai ayam empuk
Angkat ayam, sisihkan, dan tinggalkan semua bumbu di wajan.
Tambahkan minyak goreng, dan goreng sampai kecoklatan.

Peras bumbu supaya minyak keluar, dan keringkan dengan oven.
Goreng ayam setelah dilumuri kocokan telur yang diberi garam sedikit.
Goreng sampai kecoklatan.
Sajikan dengan manburkan bumbu kering tadi di atasnya.

Makan pakai lalapan dan sambel bajak.

Ayam Goreng Laos



Eith...jangan salah dulu lho,
Laos is means Lengkuas.., jadi ini bukannya ayam goreng bumbu dari Laos. Ini sering gw buat karena mudah & tentu saja rasanya mmm...nyam..nyami.
Mau nyoba ?

Bahan:
2 ekor ayam, potong masing-masing 8 bagian
6 lbr daun jeruk
200 gr lengkuas, parut halus
150 ml air
minyak goreng

Haluskan:
1 sdm ketumbar
4 btr kemiri
8 bh bawang merah
6 siung bawang putih
2 cm kunyit
1 sdt garam

Cara membuat:
1. Bersihkan ayam, lumuri dengan bumbu halus, daun jeruk, lengkuas parut, dan air, aduk hingga rata.
2. Masak ayam hingga matang dan bumbu meresap, kering.
3. Panaskan minyak goreng, goreng ayam berbumbu hingga kuning kecokelatan. Angkat, tiriskan.

Sajikan dengan nasi hangat & sambal.
Gampang banget kan bikinnya ????