Senin, 08 November 2010

Inilah Tanda Anda Tak Bisa Mengendalikan Amarah


SETIAP orang bisa marah asalkan emosi marahnya itu bisa dikontrol dengan baik. Namun ada juga yang tidak bisa mengontrol amarahnya. Ada perbedaan antara seseorang yang marah dengan orang yang bermasalah dalam mengontrol emosinya.

Dr. Redford Williams, profesor psikologi di Duke University Medical Center, Amerika Serikat dan penulis buku ‘In Control’ mengungkap lima perbedaannya. Jika tanda-tanda berikut dialami oleh Anda sebaiknya berkonsultasilah dengan psikiater atau psikolog.

1. Marah besar karena masalah kecil
Marah bisa memiliki efek positif. “Seringkali amarah memberitahu kita untuk melakukan sebuah tindakan,” kata Dr. Williams, seperti dikutip dari cbsnews.com. Tetapi, jika rasa marah muncul dan meledak-ledak hanya karena persoalan kecil, bisa jadi pertanda bahwa seseorang mengalami kesulitan dalam mengontrol emosinya.

2. Interupsi


Seseorang yang marah akan cenderung menjadi orang yang tidak sabar. Apalagi jika tidak bisa mengontrol amarahnya. Orang tersebut akan bermasalah untuk menunggu orang lain mengemukakan pendapatnya. Hal yang dilakukannya kemudian adalah selalu menginterupsi. Meskipun dia diam saja dan membiarkan orang lain bicara, sebenarnya ia tidak mendengarkan.

3. Selalu protes
Menurut Dr. Williams, orang yang menghabiskan waktu untuk mengeluh tentang pelanggaran dan kekurangan orang lain mungkin memiliki masalah dengan amarahnya. Beberapa orang marah dengan kata-kata kasar bicara soal politik, olahraga atau hal lain. Semua racun itu datang dari sumber yang sama yaitu amarah.

4. Sulit memaafkan
Hubungan personal bisa menjadi mimpi buruk ketika seseorang mengalami kesulitan memaafkan orang yang telah menyakitinya di masa lalu. Orang-orang dengan masalah amarah seringkali mengalami kesulitan dalam memaafkan orang lain. Sebaliknya, mereka terus frustrasi untuk kembali pada pengalaman menyakitkan dan kebencian setiap kali mengingat kesalahan tersebut.

5. Wajah memerahSaat emosi meninggi, wajah bisa terlihat merah. Ketika wajah merah, jika diukur dengan termometer suhu tubuh dalam keadaan tinggi. Kemarahan adalah efek yang jelas dari tubuh dan pikiran. Bahkan, banyak penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang sering marah cenderung memiliki tekanan darah tinggi dan mengalami stroke atau serangan jantung.

Tips Lindungi Laptop Anda

Laptop atau gadget apa pun semakin dibutuhkan untuk menunjang berbagai kegiatan. Mulai dari anak sekolah hingga para profesional, semua membutuhkan perangkat itu untuk mendukung pekerjaannya. Bahkan, ibu rumah tangga pun memerlukan laptop dengan berbagai model yang praktis dan bisa dibawa ke mana saja kala dibutuhkan.

Begitu pentingnya laptop dan data yang tersimpan di dalamnya sehingga kehadiran perangkat tersebut harus dibarengi dengan proteksi. Tak sekadar perlu mengamankan data agar tak mudah diakses orang lain, Anda juga perlu melindunginya dari pencurian dan virus yang semakin canggih.

1. Gunakan password
Pastikan pengaturan akun sudah dilengkapi dengan pengisian password atau kata kunci. Jadi, setiap kali membuka laptop, Anda akan diminta mengisi kata kunci untuk bisa mengakses data. Cara ini bisa menghindari pencurian data dari orang yang tidak berkepentingan. Setidaknya, hal tersebut meminimalkan risiko, meskipun semakin hari, peretas (hacker) semakin canggih saja.

2. Pakai perangkat lunak anti-pencurian
Dengan memasang perangkat lunak anti-pencurian, jikapun laptop hilang atau kecurian, Anda masih bisa melacaknya. Caranya, dengan melacak keberadaan laptop Anda melalui akses internet.

3. Amankan dengan kunci
Mengunci laptop dilakukan dengan kabel yang terhubung dengan kunci atau gembok. Kunci bisa dibuka dengan kombinasi angka rahasia sehingga hanya pemilik yang bisa mengakses data tersebut. Caranya, bungkus laptop dengan kabel ketika Anda akan meninggalkan ruangan atau meja Anda. Cara lainnya, kunci laptop ketika Anda tidak menggunakannya.

4. Aktifkan screensaver
Screensaver tak sekadar berfungsi sebagai aksesori. Aktifkan screensaver agar laptop otomatis log in kembali setelah tidak digunakan beberapa menit. Cara ini bisa mengamankan data dari kemungkinan dibaca atau dilihat orang lain saat Anda sedang sibuk dengan pekerjaan lainnya.

5. Selalu simpan di tempat aman
Pastikan ruangan terkunci saat Anda meninggalkan laptop di dalamnya. Jika terburu-buru, maka lebih baik bawa laptop bersama Anda untuk menghindari berbagai risiko yang sangat mungkin terjadi.

6. Bersikaplah waspada
Kewaspadaan bukan berarti kepanikan berlebihan. Namun, pastikan Anda selalu sadar terhadap keberadaan laptop, termasuk saat sedang bepergian. Jika tidak, maka risikonya laptop bisa hilang sekejap.

7. Gunakan tas biasa
Menggunakan tas laptop dan menentengnya seperti mengiklankan gratis barang Anda. Boleh saja menggunakan tas laptop, tetapi pilih yang tak kentara. Pilih tas yang memungkinkan Anda membawa laptop di dalamnya (dengan tempat khusus), beserta semua barang bawaan setiap harinya. Dengan cara ini, laptop akan lebih aman karena Anda tak terlihat membawanya.

8. Pakai anti-virus dan selalu perbarui
Pilih antivirus paling canggih. Anda perlu mengikuti perkembangan teknologi seiring maraknya kejahatan dunia maya. Jangan lupa untuk rutin memperbarui antivirus di laptop Anda agar masih ampuh memblok virus yang masuk.

Virus tak sekadar membuat laptop tak lagi berfungsi. Yang lebih berbahaya adalah jika ada data yang dicuri akibat virus yang menjangkiti laptop. Lebih baik antisipasi daripada data kemudian menyebar dan merugikan Anda, bukan?


Sumber: howtodothings

Warning! Laptop Bisa Memanaskan Organ Kemaluan Pria...



Menggunakan laptop bisa memanaskan testikel pria di mana sperma diproduksi dan bahkan bisa membuat kualitasnya menurun. Demikian hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal Fertility and Sterility.

Hasil studi di Universitas New York di Stony Brook, Amerika Serikat (AS), menempatkan sensor temperatur di kantung kemaluan 29 pria. Setelah itu, para relawan kemudian menaruh laptop di paha mereka.

Setelah 10-15 menit, temperatur kantung kemaluan pria meningkat ke level yang bisa merusak produksi sperma.

"Panas dari laptop sangat tergantung di mana wilayah paling banyak ditempati," kata penyelidikan dari ahli urologi Yefim Sheynkin.

Bahkan, pria yang menaruh laptop di pangkuan mereka tidak tahu jika terjadi kenaikan temperatur laptop di pangkuan mereka. Mengejutkan, para ahli juga melaporkan bahwa meski menggunakan pendinging laptop ataupun bantal tidak akan berpengaruh. Temperatur testikel atau buah pelir tetap saja panas.

Jadi, cara menggunakan laptop yang benar adalah menempatkannya seperti melihat komputer di meja reguler.

sumber : tribunnews

Jumat, 05 November 2010

Pria, Makhluk yang Paling Senang Simpan Rahasia


Detail Berita
Pria, makhluk yang senang menyimpan rahasia (Foto: Getty Images)


SIAPA bilang pria bukan sosok yang pintar menyimpan rahasia? Justru kaum adam merupakan makhluk yang paling senang menyembunyikan rahasia.

Seperti kaum hawa, pria juga termasuk makhluk yang pandai menyembunyikan rahasia. Mereka mampu memendam rahasia sendirian. Berbeda dengan kaum wanita yang tak kuasa membagikan rahasia pada sahabat terdekatnya, pria paling senang menyembunyikan rahasia.

Rahasia ini akan membuat Anda terkejut saat mendengarnya. Simak beberapa rahasia yang umumnya disembunyikan pria, seperti dilansir DivineCaroline:

Keraguan berkomitmen

Ketika dihadapkan dengan sebuah komitmen, ini merupakan hal yang penting dalam kehidupan pria. Saat ditanya apakah takut dengan komitmen, mereka langsung menjawab 'tidak!' dengan lantang.

Namun dalam hati, mereka terus berpikir apakah sudah siap berkomitmen. Pasalnya, kondisi ini menyangkut masalah kebebasan. Dengan adanya pasangan, ruang gerak pun kian terbatas.

Kencan penuh kebohongan

Ternyata, kaum adam benci dengan kencan. Mengapa? Sebab, dalam hal ini mereka dituntut harus berbohong dan bersikap pura-pura manis di hadapan teman kencan. Padahal bagi kaum adam, berbohong merupakan hal yang paling tidak menyenangkan.

Tidak suka hiburan wanita

Meski tidak selalu diungkapkan, pria tidak suka dengan hiburan yang dipersembahkan kaum hawa. Misalnya, menonton film romantis bersama pasangan di bioskop. Bagi mereka, hiburan tersebut tidaklah menarik.

sumber

Alkohol & Narkotika Berisiko Seumur Hidup bagi Remaja


Detail Berita
Ingatkan kepada anak bahaya konsumsi alkohol dan narkotika (Foto: Google)

KONSUMSI alkohol yang tinggi dan pemakaian mariyuana pada kalangan muda, berdasarkan penelitian terbaru, dapat menyebabkan risiko penurunan mental yang akan berlanjut hingga beranjak dewasa.

Para peneliti menemukan fakta dalam hasil pengukuran sebuah tes yang dilakukan bahwa remaja yang terbiasa mengonsumsi alkohol mempunyai kemampuan intelektual yang lebih rendah ketimbang remaja lain yang bukan peminum.

Profesor psikiatri dari Fakultas Kedokteran University of New Mexico School Robert Thoma mengatakan, penelitian yang dilakukan olehnya dan segenap tim bermaksud ingin mengetahui apakah konsumsi alkohol yang berat dapat menyebabkan penurunan neuropsychological di kalangan remaja. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa hal tersebut berpengaruh pada peminum berat dan pengguna narkotika di kalangan orang dewasa.

”Yang menjadi masalah adalah, anak-anak yang mulai minum alkohol sejak dini dan menjadi peminum berat, dapat berpengaruh pada kesehatannya seumur hidup. Begitulah setidaknya yang ditunjukkan data dari hasil penelitian kami,” kata Robert yang bertindak sebagai ketua tim peneliti sekaligus seorang neuropsychologistini.

Lebih jauh Robert mengatakan, mungkin saja penelitian yang dilakukan timnya masih berskala kecil. Namun, tindakan yang dilakukannya tersebut bisa dibilang merupakan penelitian pertama yang menunjukkan penyalahgunaan alkohol dalam jumlah banyak dapat memicu penurunan mental bagi remaja.

Di samping mental, rupanya pemakaian narkotika juga berdampak negatif pada memori. Namun, hal ini hanya dikarenakan penggunaan narkotika semata bukan alkohol. Robert juga mengingatkan pada orang tua yang merupakan peminum dan pemakai narkoba. Pasalnya, meski anak-anak tersebut bersih dari kedua zat tadi, namun jika orangtua anak bersangkutan adalah peminum kelas berat, maka anak-anak pun berpeluang menderita penyakit.

Dalam pengukuran tes yang dilakukan, anak-anak ini menunjukkan memiliki kemampuan visuospatia yang rendah. Ini merupakan kemampuan berpikir nonverbal yang erat kaitannya dengan kreativitas, seperti dalam bidang arsitektur, musik, maupun seni. Studi dengan judul “Alkoholism: Clinical & Experimental Research” tersebut, melibatkan sedikitnya 48 remaja.

Usia mereka berkisar antara 12-18 tahun. Mereka kemudian dibagi dalam tiga grup. sejumlah 19 orang tergabung dalam kelompok peminum, 15 di antaranya merupakan remaja sehat bersih dari alkohol dan narkoba, sementara sisanya 14 orang adalah remaja yang bersih dari kedua zat itu, namun dengan orangtua yang peminum. 19 remaja kelompok pertama didiagnosis menderita ketergantungan alcohol, 12 orang di antaranya bahkan juga ketergantungan narkotika.

Dalam kelompok juga ditemukan remaja yang usianya lebih tua dibandingkan peserta lain dalam kelompok. Mereka mengaku meminum 6-20 botol per hari selama tiga bulan sewaktu terakhir mereka minum. Makin banyak alkohol yang dikonsumsi, makin rendahlah hasil tes yang mereka dapatkan, khususnya di bidang fungsi eksekutif.

Penilaian di bidang ini mencakup kemampuan membuat keputusan, perhatian penuh, dan kemampuan merencanakan masa depan. Anak-anak dalam kategori tersebut dilaporkan juga menghabiskan 30 persen waktunya dari penelitian yang dilakukan selama 90 hari, untuk minum alkohol. Mereka yang menggunakan mariyuana bahkan mengatakan 405 waktunya habis untuk mengisap mariyuana.

”Bisa Anda bayangkan, bagaimana pengaruhnya (kedua zat itu) bagi anak. Padahal, anak-anak sejak dini harus belajar untuk terorganisir dan hidup disiplin. Mereka harus bangun pagi dan berangkat sekolah dan memberi perhatian penuh pada pelajaran yang diberikan,” tutur Robert.

Akan tetapi, profesor psikologi dari Sekolah Ilmu Sains dan Sosial Universitas California Ramani Durvasula mengatakan, penelitian tersebut bagaikan membandingkan buah apel dan jeruk. Sebab, anak-anak yang menyalahgunakan alkohol dan narkotika berbeda dengan anak lainnya.

”Dan, mereka mempunyai masalah yang mungkin teman sebayanya tidak alami,” kata Ramani. Ketika berbicara tentang fungsi eksekutif, lanjut Rahmani, seperti kemampuan merencanakan masa depan ataupun mampu mengontrol sikap, jika aspek-aspek ini sudah ada dalam diri anak-anak maupun orang dewasa, kecenderungan mereka untuk minum alkohol malah semakin besar. ”Saat anak-anak mulai minum di kisaran usia 13 tahun, pasti karena kurangnya pengawasan orangtua,” katanya lagi.

Sementara, Robert mengatakan, hal tersebut bagaikan pertanyaan mana lebih dulu keluar, telur atau ayam. ”Jadi, mana yang lebih dulu, rendahnya fungsi eksekutif yang lalu memengaruhi untuk menjadi peminum, atau peminum berat yang berpengaruh pada rendahnya kemampuan eksekutifnya?” kata Robert.

Apa pun yang lebih dulu, kata Robert, yang pasti alkohol berkorelasi dengan masalah ini. ”Dalam ilmu sains, ada satu tingkatan di mana kamu amat yakin tentang sesuatu,” tambahnya.

Penelitian yang dilakukan juga tidak melihat tingkat sosial ekonomi maupun tingkat pendidikan. Namun, lepas dari komentar yang dilontarkan, Ramani mengingatkan akan pentingnya pengawasan sekolah dan di rumah akan bahaya alkohol dan narkotika.

Meretas Jalan Menuju Keluarga Bahagia


Detail Berita
Keluarga bahagia (Foto: Google)

MEMBINA keluarga bahagia hingga akhir hayat tentu bukan perkara mudah. Perlu dukungan menyeluruh dan jiwa positif dari Anda, pasangan dan anak-anak. Bagaimana mewujudkannya?

Anda dan pasangan tentu saja ingin menciptakan dan membina keluarga bahagia. Namun jika masa kecil Anda sendiri saja tidak begitu cerah, bagaimana keluarga bahagia itu bisa Anda dapat? Bahkan jika Anda berpendidikan tinggi, tidak selalu mudah untuk menentukan apa, tepatnya, bagaimana cara untuk membuat hidup keluarga Anda menyenangkan.

Apakah dengan bermain permainan konyol saat perjalanan liburan atau bebas berkeliaran di pekarangan rumah tetangga, Anda sudah disebut bahagia? Atau bernasib baik telah terhindar dari tragedi besar dalam rumah tangga atau hanya berhubungan erat antarkeluarga yang saling mendukung satu sama lain apa pun yang terjadi?

Pertanyaan pentingnya sekarang, bagaimana Anda memastikan bahwa keluarga Anda memiliki kebahagiaan untuk jangka panjang? Sebenarnya, keluarga yang merasa bahagia memiliki masalah yang sama dengan keluarga lainnya. Entah itu rumah berantakan, masalah keuangan, anak yang rewel, dan masih banyak lagi.

Namun di balik itu semua, mereka memiliki kepuasan diri yang dapat menghadapi
kondisi naik dan turun kehidupan. ”Menjadi bahagia sebagai sebuah keluarga adalah sesuatu yang lebih dari sekadar bersenang-senang bersama atau merasakan langsung euforia kegiatan menyenangkan, seperti membuka hadiah pada pagi hari Natal,” kata Scott Haltzman MD, penulis buku “The Secrets of Happy Families” seperti dikutip webmd.com.

”Sebuah keluarga yang bahagia adalah keluarga yang memiliki arti mendalam tentang makna dan tujuan dalam hidup mereka,” lanjutnya. Bila Anda memiliki itu, Haltzman menambahkan, perasaan muram dan sedih lebih mudah dikelola karena Anda menempatkan hal tersebut ke dalam perspektif berbeda. Ditambah lagi, rasa senang dan bahagia jadi lebih bisa terasa. Dia menyebutkan, ada beberapa kunci untuk membangun keluarga yang lebih bahagia.

Pertama, keluarga bahagia akan mengetahui secara dalam siapa diri mereka sebenarnya. Ketika seluruh anggota keluarga Anda sudah memiliki nilai-nilai atau aturan tersendiri dan secara konstan hidup dengan standar tersebut, maka Anda akan membangun identitas keluarga yang lebih kuat dan mengurangi konflik. Nilai-nilai tersebut biasanya diadopsi sesuai alurnya secara alami.

Jika sudah menikah, Anda dan pasangan tentu akan berkomitmen satu sama lain dari awal membina rumah tangga karena nilai-nilai yang Anda bagi berdua. Namun, Haltzman menegaskan, Anda tidak hanya dengan mudahnya membiarkan nilai tersebut berkembang sendiri, melainkan harus sengaja membentuk dan mengawal prinsip-prinsip utama Anda dalam berkeluarga.

”Mendefinisikan nilai-nilai yang berlaku di keluarga Anda secara bersama-sama tidak bisa hanya memperkuat banyaknya kualitas yang didapat dengan pasangan,” katanya.
Misalnya, karena Anda dan keluarga mengutamakan kebersamaan, Anda memutuskan untuk berlibur bersama. Bila mungkin, Anda juga akan meliburkan anak-anak dari sekolah selama beberapa hari. Sementara keluarga yang lebih mementingkan pendidikan, akan menunggu libur sekolah tiba untuk berlibur bersama anak-anak.

Cara kedua untuk bahagia, belajarlah dari orang lain. Lingkungan yang dekat dengan Anda, seperti keluarga besar, teman, tetangga, dan lain-lainnya, sangat penting untuk kebahagiaan Anda. Menghabiskan waktu bersama dengan keluarga besar Anda bisa membantu anak-anak melihat nilai-nilai yang dianut oleh keluarga besar, misalnya saling membantu. Jadi, nilai-nilai dasar yang dianut keluarga bisa lebih terlihat.

”Tidak ada keluarga yang tumbuh baik dalam sebuah ‘gelembung sabun’. Kerabat dekat, sahabat, tetangga, dan lingkungan lainnya sangat penting bagi kebahagiaan Anda. Keluarga lain dapat memberikan pelajaran bagi anak-anak untuk sebuah ide baru dan gaya hidup serta memberikan pandangan yang lebih luas tentang peran mereka dalam keluarga mereka sendiri maupun dalam komunitas,” kata Haltzman.

”Meluangkan waktu dengan keluarga besar adalah kegiatan yang penting bagi kami,” kata Gita Saini, 39, seorang ibu dari dua anak usia 5 dan 8 tahun, di Orange County,CA, Amerika Serikat. Dia memiliki dua saudara perempuan yang tinggal berdekatan dengannya. ”Anak-anak akan melihat nilai-nilai kita, seperti pendidikan dan membantu keluarga, dalam keluarga besar kami, sehingga nilai-nilai yang diperkuat lebih banyak lagi,” katanya.

Jika Anda tidak memiliki jaringan yang banyak, Haltzman menyarankan agar Anda sendiri yang menciptakan sistem di lingkungan Anda, misalnya menjadi seorang sukarelawan, bergabung dengan perkumpulan orang tua murid atau klub buku, berpartisipasi dalam pelayanan keagamaan, atau hanya bersosialisasi dengan tetangga Anda sebenarnya sudah cukup.

"Sudah Malam Dek, Bobo Yuk!"


Detail Berita
Ibu meninabobokan anaknya. (Foto: Corbis)


APAKAH Moms pernah mengalami si kecil susah untuk tidur pada malam hari? Atau justru tidur larut malam sudah menjadi "ritual" tersendiri bagi buah hati Anda? Wah, jangan dibiarkan ya Moms!

Pasalnya, "kebiasaan" ini dapat berdampak pada kesehatan fisik dan jiwanya. Bisa-bisa tubuhnya menjadi tidak fit, kondisi emosinya tidak baik, gampang rewel, dan mudah marah lantaran dia merasa tidak nyaman dengan dirinya.

Yuk, kita tilik bahasan dari DR dr Rini Sekartini, SpA (K), dari IDAI Jaya (Ikatan Dokter Anak Indonesia Jakarta Raya) berikut!

Penyebab Anak Susah Tidur

Anak susah tidur bisa disebabkan dari berbagai faktor, seperti:

* Berasal dari diri anak itu sendiri, misal anak yang sedang sakit influensa, diare akut, demam, sakit gigi, gatal-gatal dan lain-lain.
* Berasal dari lingkungan. Misal, lingkungan yang bising, padat penghuni dengan udara yang tidak nyaman serta ventilasi ruangan yang tidak baik.
* Beberapa jenis makanan yang memicu anak susah jatuh tidur, seperti minumam yang mengandung kafein, soda atau teh.
* Beberapa kegiatan fisik yang sangat melelahkan atau memberikan pengalaman buruk bagi anak.
* Adanya kebiasaan-kebiasaan atau "ritual" yang dilakukan sebelum tidur, seperti menonton VCD kesayangannya.
* Menunggu orangtuanya pulang dari kantor untuk dapat bercengkerama.
* Bisa juga karena lapar.

Mengatur Pola Tidur Anak

Waktu tidur si prescooler memang berkisar 7-10 jam per hari. Oleh karena itu biasanya dia akan beranjak tidur saat pukul 20.00 atau 21.00 wib. Dan sudah menjadi tugas orangtua untuk mengatur anak tidur tepat pada waktunya. Biasakan mengajak anak ke tempat tidur saat ia mulai mengantuk.

Cobalah secara perlahan mengubah atau menghilangkan kebiasaan untuk bermain atau menonton VCD sebelum tidur. Mulai menetapkan "peraturan" waktu tidur, misalnya saat dia sudah ada di tempat tidur, artinya dia sudah siap untuk tidur, tentu dengan pemahaman yang mudah dimengerti seusianya.

Menjelang sore, kurangi aktivitas fisik yang sangat melelahkan atau mendengarkan cerita yang menakutkan. Pasalnya, hal tersebut akan menyebabkan anak susah tidur.

Dengan pola tidur yang terbentuk sejak masa balita, hal tersebut akan sangat membantu memberikan kebiasaan yang baik bagi anak pada usia selanjutnya. Jangan lupa berikan rasa nyaman pada diri anak menjelang waktu tidur malam. Karena dengan cara seperti itu maka anak akan merasa lebih nyaman bersama orangtuanya, anak juga berpikir orangtua tulus dan sayang terhadap anak. Mulai dari situlah anak merasa pulas akan tidurnya.

Tip Agar Anak Cepat Tidur

1. Lakukan pembiasaan waktu tidur yang teratur

Tentukan pukul berapa anak seharusnya tidur. Begitu pula dengan waktu bangunnya, agar bisa beradaptasi dengan jadwal playgroup-nya kelak. Lakukan pembiasaan tersebut secara konsisten dan terus-menerus.

Lama-kelamaan jam biologis tidur anak pun akan mengikuti.

2. Jangan secara mendadak dan tiba-tiba menyuruh anak tidur malam

Sebelum waktunya tidur, lakukan persiapan, yaitu menggosok gigi, cuci kaki, ganti baju dengan piyama, dan berdoa. Anak perlu waktu transisi sekitar 5-10 menit untuk naik ke tempat tidur. Jika dilakukan secara tiba-tiba, anak umumnya akan menolak.

3. Suasana menjelang tidur malam hendaknya mendukung

Misalnya, lampu kamar diredupkan, lampu ruang keluarga dimatikan, tak ada lagi televisi menyala, dan tak ada lagi aktivitas lain yang bisa menarik perhatian anak dari ritual tidur.

4. Perhatikan kenyamanan yang dibutuhkan anak di ruang tidur

Jika anak takut gelap, sebaiknya atur pencahayaan di kamar menjadi redup tetapi tidak gelap. Bersihkan tempat tidurnya, rapikan seprainya, selimuti anak, dan berikan boneka kesayangannya agar ia merasa nyaman di tempat tidur.

5. Lakukan kegiatan bermain tenang di kamar

Jika anak menolak tidur di waktu yang dijadwalkan dengan berbagai alasan, ajaklah anak beraktivitas di dalam kamar. Pilih aktivitas yang menenangkan seperti, melakukan pijatan kepada anak sebelum tidur di mana dia akan merasa lebih nyaman bersama orangtuanya.

Bisa juga dengan melakukan pengantar tidur seperti: mendengarkan cerita, bernyanyi lagu tenang, mengusap-ngusap atau menepuk-nepuk bagian tubuhnya dan mengajaknya bercakap-cakap.

6. Perhatikan jam tidur siangnya

Jika anak tidur larut karena tidur siang yang lama, maka kurangi waktu tidur siangnya.(nsa)
(Mom& Kiddie//nov)

Merapi Terus Muntahkan Wedhus Gembel


Gunung Merapi (Foto: Badan Geologi)
YOGYAKARTA - Kondisi Gunung Merapi sampai saat ini masih belum bisa diprediksi. Pasalnya, awan panas dan guguran masih terus dimuntahkan.

"Merapi sampai saat ini masih mengeluarkan awan panas dan abu vulkanik dengan ketinggian 5.000 meter," sebut saja Kurniawan salah satu petugas piket pos Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta , Sabtu (6/11/2010).

Melihat kondisi tersebut, dia meminta agar masyarakat tetap bertahan dan sabar di pengungsian. Sementara itu situasi di kawasan Gunung Merapi berkabut.

"Sampai saat ini status Gunung Merapi masih awas dan jarak aman 20 km," tutupnya.
(crl)